KEBUTUHAN DASAR
IBU
PADA MASA NIFAS
(ISTIRAHAT)
D
I
S
U
S
U
N
OLEH :
1. Sahyuni Sari Marbun

PROGRAM STUDI D4
KEBIDANAN
FAKULTAS FARMASI
DAN ILMU KESEHATAN UMUM
TAHUN 2017
KATA PENGANTAR
Dengan
menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang, Kami panjatkan
puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat,
hidayah, dan inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah
tentang Kebutuhan Dasar Ibu Masa Nifas (Istirahat)
Makalah
ini telah kami susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan dari berbagai
pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu kami
menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi
dalam pembuatan makalah ini.
Terlepas
dari semua itu, kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari
segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan
terbuka kami menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat
memperbaiki makalah ilmiah ini.
Akhir
kata kami berharap semoga Kebutuhan Dasar Ibu Masa Nifas (Istirahat) dapat
memberikan manfaat maupun inspirasi terhadap pembaca.
Medan,
01 Oktober 2017
penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR................................................................................ i
DAFTAR ISI................................................................................................ ii
BAB I
PENDAHULUAN........................................................................... 1
1.1 Latar belakang penulisan................................................................... 1
1.2 Rumusan masalah.............................................................................. 2
1.3 Manfaat penulisan.............................................................................. 2
BAB II
PEMBAHASAN............................................................................. 3
2.1 Kebutuhan dasar ibu
Masa nifas
(istirahat)..........................................................................
BAB III KESIMPULAN............................................................................ 20
3.1 Kesimpulan.................................................................................... ... 20
3.2 Saran.................................................................................................. 21
DAFTAR PUSTAKA................................................................................. 22
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Istirahat dan tidur merupakan kebutuhan
dasar yang mutlak yang harus dipenuhi oleh semua orang. Dengan istirahat yang
cukup , tubuh baru dapat berfungsi secara optimal. Istirahat dan tidur memiliki
makna yang berbeda pada setiap individu. Secara umun, istirahat berarti suatu
keadaan tenang, rileks, tanpa tekanan emosional, dan bebas dari perasaan gelisah.
Sedangkan tidur adalah status perubahan kesadaran ketika persepsi dan reaksi
individu terhadap lingkungan menurun. Tidur di karakteristikkan dengan aktivitas
fisik yang minimal, tingkat kesadaran yang bervariasi, perubahan fisiologis
tubuh, dan penurunan respon stimulasi eksternal. Hampir sepertiga dari waktu
kita, kita gunakan untuk tidur. Hal tersebut didasarkan bahwa tidur dapat
memulihkan atau mengistirahatkan fisik, mengurangi kecemasan stress, dean dapat
meningkatkan kemampuan dan konsentrasi saat hendak melakukan aktivitas sehari
–hari (Wahit & Nurul, 2007).
Ketika orang sedang beristirahat,
biasanya mereka merasa rileks secara mental, bebas dari kecemasan, dan tenang
secara fisik. Istirahat tidak berarti tanpa aktivitas, meskipun setiap orang sering
berpikir tentang hal itu seperti duduk di kursi yang nyaman atau berbaring di
tempat tidur. Ketika orang sedang beristirahat, mereka berada pada keadaan
aktivitas mental dan fisik yang menyegarkan mereka kembali, bergairah kembali,
dan siap untuk menyelesaikan aktivitas hari itu. Semua orang memiliki kebiasaan
sendiri untuk memperoleh istirahat dan menemukan cara-cara untuk menyesuaikan
sebaik mungkin dengan lingkungan yang baru atau kondisi yang mempengaruhi
kemampuan beristirahat (Potter & Perry, 2005).
Keadaan tidur yang normal seperti di
atas dapat berubah dipengaruhi oleh faktor fisiologis dan non fisiologis.
Faktor fisiologis yaitu penyakit fisik. Faktor non fisiologis yaitu obat-obatan
dan substansi, gaya hidup, pola tidur yang biasa dan mengantuk berlebihan pada
siang hari, stress emosional, lingkungan, latihan fisik dan kelelahan serta
asupan makanan dan kalori (Potter & Perry, 2005). Post partum adalah (masa
nifas) merupakan masa pemulihan dari sembilan bulan kehamilan dan proses
kelahiran. Dengan pengertian lainnya, masa nifas yang bisa disebut juga dengan
masa puerperium dimulai setelah kelahiran plasenta dan berakhir ketika
alat–alat kandungan kembali seperti keadaan sebelum hamil. Masa nifas ini
berlangsung selama kira– kira 6 minggu. Pada masa ini terjadi perubahan
-perubahan fisiologi maupun psikologi, yaitu perubahan fisik, involusi uterus,
dan pengeluaran lokhia, laktasi ASI, perubahan system tubuh lainnya. Asuhan
masa nifas diperlukan dalam periode ini karena merupakan masa kritis baik bagi
ibu maupun bayinya. Diperkirakan bahwa 60% kematian ibu akibat kehamilan
terjadi setelah persalinan, dan 50% kematian masa nifas terjadi selama 24 jam
pertama (buku Acuan Nasional, Pelayanan Kesehatan Maternital dan neonatal,
2006).
Kebutuhan istirahat dan tidur yang
memuaskan bagi ibu yang baru melahirkan merupakan masalah yang sangat penting
sekalipun tidak mudah dicapai. Keharusan ibu untuk beristirahat sesudah
melahirkan memang tidak diragukan lagi, kehamilan dengan beban kandungan yang
berat dan banyak keadaan yang mengganggu lainnya, pekerjaan bersalin, bukan
persiapan yang baik dalam menghadapi kesibukan yang akan terjadi. Padahal
hari-hari postnatal akan dipenuhi oleh banyak hal, begitu banyak yang harus
dipelajari, ASI yang diproduksi dalam payudara, kegembiraan menerima kartu
ucapan selamat, karangan bunga, hadiah-hadiah serta menyambut tamu dan juga
kekhawatiran serta keprihatinan yang tidak ada kaitannya dengan situasi ini.
Jadi, dengan tubuh yang letih dan mungkin pula pikiran yang sangat aktif, ibu
sering perlu diingatkan dan dibantu agar mendapatkan istirahat yang cukup
(Musrifatul, 2006).
Masa nifas berkaitan dengan gangguan
pola tidur, terutama segera setelah melahirkan 3 hari pertama dapat merupakan
hari yang sulit bagi ibu akibat penumpukan kelelahan karena persalinan dan
kesulitan beristirahat karena perineum. Nyeri perineum pasca partus berkolerasi
erat dengan durasi kala II persalinan. Rasa tidak nyaman di kandung kemih, dan
perineum, serta gangguan bayi, semuanya dapat menyebabkan kesulitan tidur, yang
dapat mempengaruhi daya ingat dan kemampuan psikomotor. Secara teoritis pola
tidur kembali mendekati normal dalam 2 / 3 minggu setelah persalinan, tetapi
ibu yang menyusui mengalami gangguan pola tidur yang lebih besar. Yang sangat di
idamkan ibu baru adalah tidur. Dia tidur lebih banyak istirahat di minggu 2 dan
bulan 2 pertama setelah melahirkan, biasanya mencegah depresi dan memulihkan
tenaganya yang terkuras habis (Bobak, 2005).
1.2
Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dari makalah kami
ini adalah bagaimana kebutuhan dasar ibu nifas ( Istirahat).
1.3
Tujuan Penulisan
Adapun tujuan dari penulisan makalah
kami ini adalah untuk mengetahui bagaimana kebutuhan dasar ibu nifas
(istirahat).
BAB II
PEMBAHASAN
2.2
Kebutuhan Dasar Ibu Nifas (Istirahat)
Pada umumnya orang menjadi cepat marah,
kesal, dan merasa tidak dapat menghadapi hidup ketika mereka kelelahan.
Kebanyakan wanita yang baru melahirkan akan sangat lelah selama
berminggu-minggu dan bulan-bulan pertama, bahkan kadang-kadang tahun-tahun
pertama dari kehidupan bayinya (Nolan, 2004).
Ibu nifas dianjurkan istirahat cukup
untuk mengurangi kelelahan, tidur siang atau istirahat selagi bayi tidur,
kembali ke kegiatan rumah tangga secara perlahan-lahan, mengatur kegiatan
rumahnya sehingga dapat menyediakan waktu untuk istirahat pada siang kira-kira
2 jam dan malam 7-8 jam. Kurang istirahat pada ibu nifas dapat mengurangi
jumlah ASI, memperlambat involusi, yang akhirnya bisa menyebabkan perdarahan,
serta depresi.
DAFTAR PUSTAKA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar