Minggu, 12 November 2017

KEBUTUHAN DASAR IBU NIFAS (ISTIRAHAT)

KEBUTUHAN DASAR IBU
PADA MASA NIFAS (ISTIRAHAT)
D
I
S
U
S
U
N
OLEH             :
1.     Sahyuni Sari Marbun


S1 KESMAS.png
PROGRAM STUDI D4 KEBIDANAN
FAKULTAS FARMASI DAN ILMU KESEHATAN UMUM
TAHUN 2017


KATA PENGANTAR
Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang, Kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah tentang Kebutuhan Dasar Ibu Masa Nifas (Istirahat)
Makalah ini telah kami susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan dari berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu kami menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pembuatan makalah ini.
Terlepas dari semua itu, kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan terbuka kami menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat memperbaiki makalah ilmiah ini.
Akhir kata kami berharap semoga Kebutuhan Dasar Ibu Masa Nifas (Istirahat) dapat memberikan manfaat maupun inspirasi terhadap pembaca.

 Medan, 01 Oktober 2017
penulis


DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR................................................................................ i
DAFTAR ISI................................................................................................ ii
BAB I PENDAHULUAN........................................................................... 1
1.1  Latar belakang penulisan................................................................... 1
1.2  Rumusan masalah.............................................................................. 2
1.3  Manfaat penulisan.............................................................................. 2
BAB II PEMBAHASAN............................................................................. 3
2.1  Kebutuhan dasar ibu
Masa nifas (istirahat)..........................................................................
BAB III KESIMPULAN............................................................................ 20
3.1  Kesimpulan.................................................................................... ... 20
3.2  Saran.................................................................................................. 21
DAFTAR PUSTAKA................................................................................. 22


BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Istirahat dan tidur merupakan kebutuhan dasar yang mutlak yang harus dipenuhi oleh semua orang. Dengan istirahat yang cukup , tubuh baru dapat berfungsi secara optimal. Istirahat dan tidur memiliki makna yang berbeda pada setiap individu. Secara umun, istirahat berarti suatu keadaan tenang, rileks, tanpa tekanan emosional, dan bebas dari perasaan gelisah. Sedangkan tidur adalah status perubahan kesadaran ketika persepsi dan reaksi individu terhadap lingkungan menurun. Tidur di karakteristikkan dengan aktivitas fisik yang minimal, tingkat kesadaran yang bervariasi, perubahan fisiologis tubuh, dan penurunan respon stimulasi eksternal. Hampir sepertiga dari waktu kita, kita gunakan untuk tidur. Hal tersebut didasarkan bahwa tidur dapat memulihkan atau mengistirahatkan fisik, mengurangi kecemasan stress, dean dapat meningkatkan kemampuan dan konsentrasi saat hendak melakukan aktivitas sehari –hari (Wahit & Nurul, 2007).
Ketika orang sedang beristirahat, biasanya mereka merasa rileks secara mental, bebas dari kecemasan, dan tenang secara fisik. Istirahat tidak berarti tanpa aktivitas, meskipun setiap orang sering berpikir tentang hal itu seperti duduk di kursi yang nyaman atau berbaring di tempat tidur. Ketika orang sedang beristirahat, mereka berada pada keadaan aktivitas mental dan fisik yang menyegarkan mereka kembali, bergairah kembali, dan siap untuk menyelesaikan aktivitas hari itu. Semua orang memiliki kebiasaan sendiri untuk memperoleh istirahat dan menemukan cara-cara untuk menyesuaikan sebaik mungkin dengan lingkungan yang baru atau kondisi yang mempengaruhi kemampuan beristirahat (Potter & Perry, 2005).
Keadaan tidur yang normal seperti di atas dapat berubah dipengaruhi oleh faktor fisiologis dan non fisiologis. Faktor fisiologis yaitu penyakit fisik. Faktor non fisiologis yaitu obat-obatan dan substansi, gaya hidup, pola tidur yang biasa dan mengantuk berlebihan pada siang hari, stress emosional, lingkungan, latihan fisik dan kelelahan serta asupan makanan dan kalori (Potter & Perry, 2005). Post partum adalah (masa nifas) merupakan masa pemulihan dari sembilan bulan kehamilan dan proses kelahiran. Dengan pengertian lainnya, masa nifas yang bisa disebut juga dengan masa puerperium dimulai setelah kelahiran plasenta dan berakhir ketika alat–alat kandungan kembali seperti keadaan sebelum hamil. Masa nifas ini berlangsung selama kira– kira 6 minggu. Pada masa ini terjadi perubahan -perubahan fisiologi maupun psikologi, yaitu perubahan fisik, involusi uterus, dan pengeluaran lokhia, laktasi ASI, perubahan system tubuh lainnya. Asuhan masa nifas diperlukan dalam periode ini karena merupakan masa kritis baik bagi ibu maupun bayinya. Diperkirakan bahwa 60% kematian ibu akibat kehamilan terjadi setelah persalinan, dan 50% kematian masa nifas terjadi selama 24 jam pertama (buku Acuan Nasional, Pelayanan Kesehatan Maternital dan neonatal, 2006).
Kebutuhan istirahat dan tidur yang memuaskan bagi ibu yang baru melahirkan merupakan masalah yang sangat penting sekalipun tidak mudah dicapai. Keharusan ibu untuk beristirahat sesudah melahirkan memang tidak diragukan lagi, kehamilan dengan beban kandungan yang berat dan banyak keadaan yang mengganggu lainnya, pekerjaan bersalin, bukan persiapan yang baik dalam menghadapi kesibukan yang akan terjadi. Padahal hari-hari postnatal akan dipenuhi oleh banyak hal, begitu banyak yang harus dipelajari, ASI yang diproduksi dalam payudara, kegembiraan menerima kartu ucapan selamat, karangan bunga, hadiah-hadiah serta menyambut tamu dan juga kekhawatiran serta keprihatinan yang tidak ada kaitannya dengan situasi ini. Jadi, dengan tubuh yang letih dan mungkin pula pikiran yang sangat aktif, ibu sering perlu diingatkan dan dibantu agar mendapatkan istirahat yang cukup (Musrifatul, 2006).
Masa nifas berkaitan dengan gangguan pola tidur, terutama segera setelah melahirkan 3 hari pertama dapat merupakan hari yang sulit bagi ibu akibat penumpukan kelelahan karena persalinan dan kesulitan beristirahat karena perineum. Nyeri perineum pasca partus berkolerasi erat dengan durasi kala II persalinan. Rasa tidak nyaman di kandung kemih, dan perineum, serta gangguan bayi, semuanya dapat menyebabkan kesulitan tidur, yang dapat mempengaruhi daya ingat dan kemampuan psikomotor. Secara teoritis pola tidur kembali mendekati normal dalam 2 / 3 minggu setelah persalinan, tetapi ibu yang menyusui mengalami gangguan pola tidur yang lebih besar. Yang sangat di idamkan ibu baru adalah tidur. Dia tidur lebih banyak istirahat di minggu 2 dan bulan 2 pertama setelah melahirkan, biasanya mencegah depresi dan memulihkan tenaganya yang terkuras habis (Bobak, 2005).
1.2  Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dari makalah kami ini adalah bagaimana kebutuhan dasar ibu nifas ( Istirahat).
1.3  Tujuan Penulisan
Adapun tujuan dari penulisan makalah kami ini adalah untuk mengetahui bagaimana kebutuhan dasar ibu nifas (istirahat).


BAB II
PEMBAHASAN
2.2  Kebutuhan Dasar Ibu Nifas (Istirahat)
Pada umumnya orang menjadi cepat marah, kesal, dan merasa tidak dapat menghadapi hidup ketika mereka kelelahan. Kebanyakan wanita yang baru melahirkan akan sangat lelah selama berminggu-minggu dan bulan-bulan pertama, bahkan kadang-kadang tahun-tahun pertama dari kehidupan bayinya (Nolan, 2004).
Ibu nifas dianjurkan istirahat cukup untuk mengurangi kelelahan, tidur siang atau istirahat selagi bayi tidur, kembali ke kegiatan rumah tangga secara perlahan-lahan, mengatur kegiatan rumahnya sehingga dapat menyediakan waktu untuk istirahat pada siang kira-kira 2 jam dan malam 7-8 jam. Kurang istirahat pada ibu nifas dapat mengurangi jumlah ASI, memperlambat involusi, yang akhirnya bisa menyebabkan perdarahan, serta depresi.


DAFTAR PUSTAKA




Tidak ada komentar:

Posting Komentar